PERASAAN YANG
TAK KUPAHAMI
Bercerita tentang hidup, banyak hal yang
menimbulkan pertanyaan. kebanyakan hanya menghabiskan umurnya dengan
senang-senang semau maunya. Yah saya akui saya juga dulunya seperti itu, hanya
saja banyak hal yang sudah saya jalani, dan saya rasa menjalani hidup dengan
cara berbuat semaunya itu adalah hal yang lebih banyak ruginya.
Cerita ini berawal dari kebiaasaanku
yang selalu mengamati tingkah laku orang orang disekitar saya. Banyak
teman-teman saya yang suka curhat tentang masalah pribadinya dan meminta
pendapat dari saya. Ada yang mengalami masalah dengan orang tuanya, ada tentang
sahabatnya, dan ada tentang pacarnya. Tapi saya paling sering mendengarkan
curhatan tentang masalah asmara.
Saya selalu bingung dengan perilaku
teman-teman saya, kenapa mereka senang dengan saran yang selalu saya berikan.
Mereka selalu mengatakan “kamu itu sudah dewasa” padahal kalau saya pikir-pikir
saya juga memiliki banyak masalah yang tidak mampu saya pecahkan. Bedanya saya
tidak suka curhat, saya paling suka memendam beban saya sendiri tanpa harus
teman-teman saya tahu. Karena saya pikir untuk apa mereka tahu.
Sri adalah teman saya yang paling sering
curhat tentang perasaannya kepada sang pacar. Katanya “to, berhubung kamu itu
laki-laki saya mau bertanya kenapa semua laki-laki paling senang mempermainkan
hati perempuan?” dan saya jawab “yang harus kamu tahu jangan hanya karena
beberapa laki-laki yang membuat kamu sakit, kamu beranggapan semua laki-laki
itu senang mainin perempuan. Hanya saja nasibmu yang selalu berhubungan dengan
lelaki yang seperti itu”. Kataku sambil mengejek
Dengan wajah menahan marah Sri mejawab
“iyyah tapi buktinya sudah banyak!!!” jawabku “saya pernah mendengar kalau
laki-laki itu selalu mau tetapi tidak selamnya sanggup dan perempuan itu tidak
selalu mau tapi dia selalu sanggup”. Jadi yang selalu menjadi korban dalam hal
asmara adalah perempuan. “iyya juga yah” kata Sri dengan wajah mulai menerima
penjelasanku.
Menjalani hubungan cukup sewajarnya
saja. Tidak cuek dan tidak terlalu perhatian, bayangkan ketika ada seorang
cowok mengatakan “Sri aku cinta sama kamu” dan kamu juga mengatakan “iyyah aku
juga cinta sama kamu”. Kira-kira kamu mau apalagi? Mau pegang tangan, atau mau
pelukan? Eitz itu dosa. Realitanya, adakah orang tua yang rela melihat anak
gadisnya dipeluk atau pegangan tangan dengan lelaki yang tidak dia kenal?
Kamu juga harus tahu, cinta, sayang,
suka, kagum. Itu semua maknanya beda. Sri hanya terdiam karena sudah tidak bisa
lagi membantah kata kataku, tetapi terlihat raut wajahnya kalau dia merasa
tidak merelakan hal itu. Aku kembali memberikan sebuah pertanyaan, “kira-kira
apa yang membedakan antara teman dekat dengan pacar?” jawab Sri dengan nada
rendah “yah kalo teman dekat kan hanya dekat kalo pacar bisa lebih terbuka dan
bebas ngapa ngapain” jawabku dengan tegas “jangan kamu anggap pacaran sama
halnya dengan suami istri” pacar itu singkatannya pasangan cerita.
Jadi kalau dipikir untuk apa pacaran
kalau hanya menginginkan sesorang yang bisa memahami dan mengerti keadaan
kita?. Apa gunanya teman dan sahabat yang selalu ada untuk kita? Tapi entah
kenapa saya juga masih pacaran? Itulah hidup yang tak kupahami.
Cerpen karangan : Otto Sukarna
Sipp
ReplyDeleteyeap
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeletethanks,
ReplyDeleteizin copy yah
ReplyDelete